Kecewa Atas Kebijakan Telkomsel
Saia adalah pengguna layanan telkomsel dengan simpati PeDe-nya. Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa waktu yang lalu telkomsel melalui simpati mengeluarkan layanan nelpon murah dengan tarif per detik ke sesama telkomsel. PeDe, gitu singkatannya. Tentu saja layanan ini membuat saia senang dan segera melakukan aktivasi tarif melalui handphone saia.
Tak tanggung-tanggung, lalu saia mengusulkan bapak di rumah agar mengaktifkan layanan PeDe ini karena kami memang menggunakan Simpati sejak lama.
Sisi ekonomisnya, layanan tarif per detik ini membuat pelanggan telkomsel bersorak karena menelpon ngga mahal lagi. Sekedar pemberitahuan bahwa, tarif Rp 0,5 per detik yang diusung Simpati akan berlaku setelah menit pertama. Pada menit pertama diberlakukan tarif Rp 25 per detik. Jadi, satu menit awal pengguna Simpati PeDe akan menghabiskan pulsa Rp 1.500 rupiah (60*25) dan setelahnya baru berlaku 0,5 per detik. Jika satu jam nelpon ke sesama operator biayanya hanya Rp 3.270,-. Tarif ini masih berlaku sampai 31 Maret 2008.
Sekarang? Setelah tanggal di atas, Telkomsel menerapkan sistem baru walaupun dengan tarif tetap 0,5 per detik. Sistemnya begini! Tarif 25 per detik akan tetap berlaku di menit pertama ke sesama telkomsel. Setelah itu tarif 0,5 per detik juga berlaku tetapi, itu untuk kelipatan 5 menit. Gimana yah? Jadi, untuk menelpon selama 5 menit maka, jumlah pulsa yang dibutuhkan adalah
Menit 1 = 1500
Menit 2 = 0,5 * 30
Menit 3 = 0,5 * 30
Sampai menit ke 5.
Jadi, menelpon selama 5 menit membutuhkan pulsa 1.620. Setelah itu, maka tarifnya dimulai lagi dari awal. Atau dengan kata lain tarif itu berulang untuk periode kelipatan yang sama. Nah loh?
Nah, gimana kalo sejam atau 60 menit? Jadi, ada 12 kali periode kelipatan 5 itu berulang. Jadi, biaya pulsanya melonjak menjadi Rp 19.440. Nilai ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan tarif sebelumnya. Saia kena sistem ini saat menelpon calon gebetan (ciieee :p) dan bunyi “tut” mengakhiri pembicaraan kami yang baru berjalan 20 menit.
Saia kecewa dengan Telkomsel. Teringat akan layanan yang buruk saat tarif 0,5 per detik awalnya, karena sering ga masuk atau “berada di luar jangkauan” yang paling parah network busy ituh. Tapi, ada saat-saat jaringannya bagus dan jernih. Sekarang dengan pemberlakuan sistem 5 menit ini membuat saia enggan menelpon. Katanya kualitas jaringannya membaik. Tapi, saia belum mendapatkannya karena baru sadar kemarin.
Telkomsel memberikan sedikit kompensasi dengan layanan sms murah ke sesama telkomsel dengan biaya Rp 100 sekali sms dan Rp 150 ke operator lain. Entahlah layanan ini mengobati kekecewaan saia. Mungkin, saia yang kurang mengikuti perkembangan perang tarif ini karena begitu sadar, saia langsung browsing dan mencari-cari kebenarannya. Dan memang itu sudah berlaku sejak 1 April 2008 kemarin. Kecewa saia.
Dengan pemberlakuan tarif baru telkomsel ini makin membuat saia yakin bahwa Negara saia adalah negara yang paling mahal tarif teleponnya. Saia kecewa padamu, Telkomsel.
Informasi tarif Telkomsel ini bisa di lihat disini.
Salam,
Pelangganmu